Model EER (Enhanced Entity Relationship)

Model EER (Enhanced Entity Relationship)

Model EER

Model EER merupakan Model Entity Relationship yang ditambah kemampuan semantiknya  dengan beberapa konsep yang lebih kompleks.

Konsep EER

  • Subclass
  • Superclass
  • Generalisasi
  • Spesialisasi (Hierarchy / Latitce)
  • Attribut Inheritance
  • Shared Subclass
  • Kategorisasi

Sub-Kelas (Subclass)

  • Subset dari suatu entitas yang dikelompokkan dalam pengertian  tertentu yang perlu disajikan secara eksplisit.
  • Contoh : Entitas PEGAWAI mempunyai beberapa subclassseperti : SEKRETARIS, TEKNISI, AHLI (gb.1)

Super-Kelas (Superclass)

  • Entitas yang merupakan induk dari subclass-subclassnya.
  • Contoh : Subclass SEKRETARIS, TEKNISI, SALES  mempunyai superclass PEGAWAI (gb.1)

Spesialisasi (Spesialization)

  • Proses pemecahan entitas menjadi subclass-subclass beserta atribut-atributnya.
  • Terdapat beberapa jenis spesialisasi seperti Disjoint Total,  Disjoint Partial, Overlapping Total dan Overlapping Partial
Contoh :

Generalisasi (Generalization)


  • Proses penggabungan subclass-subclass menjadi suatu entitas  yang lebih umum.

Contoh : Generalisasi dari MOBIL dan TRUK menjadi  KENDARAAN

Subclass / Superclass Relationship


  • Relationship yang menghubungkan subclass dan superclassnya. 
  • Bila suatu entity yang merupakan anggota dari suatu subclass, maka  ia juga merupakan anggota dari superclass.
  • Bila suatu entity merupakan anggota dari suatu superclass maka ia  belum tentu merupakan anggota dari subclass. 

Attribut Inheritance



  • Merupakan pewarisan attribut dari superclass – nya 
  • Entity yang merupakan anggota dari subclass mewarisi semua atribut  dari Entity superclass – nya. 

Disjoint Constraint



  • Constraint yang menerangkan bahwa subclass-subclass dari  spesialisasi saling disjoint, artinya entity merupakan anggota dari  salah satu subclass. 
  • Disjoint Constraint direpresentasikan dengan lambang ′′d′′ yang  berarti disjoint. 5

Contoh : entity dari spesialisasi tipe pekerjaan dari PEGAWAI   merupakan anggota dari subclass :      PEGAWAI TETAP atau PEGAWAI HONORER.


Sumber : 
fitrianingsih.staff.gunadarma.ac.id
Animasi Stop Motion Sederhana Induk Ayam dan Anaknya

Animasi Stop Motion Sederhana Induk Ayam dan Anaknya

Apa itu Animasi Stop Motion ?

Sebuah teknik animasi untuk membuat objek yang dimanipulasi secara fisik agar terlihat bergerak dengan sendirinya. Objek tersebut digerakan sedikit demi sedikit di setiap frame yang akan difoto, menciptakan ilusi pergerakan saat serangkaian frame tersebut dimainkan secara berurutan berkelanjutan. Boneka dengan sendi yang dapat digerakan atau figur tanah liat sering digunakan dalam gerak henti karena alasan kemudahan meletakkannya kembali. Animasi gerak henti yang menggunakan tanah liat disebut animasi tanah liat atau clay mation. (id.wikipedia.org/wiki/Gerak_henti)

Nah, pada kesempatan ini saya telah membuat sebuah animasi stop motion sederhana yang menceritakan tentang induk ayam yang sedang berbahagia karena akan bertelur, ketika bertelur induk ayam tersebut mengerami telurnya dan ketika telur itu menetas betapa bertambah bahagianya si induk ayam.

Kurang lebih ceritanya seperti itu, animasi ini merupakan sebuah karya untuk tugas softskill mata kuliah Pengantar Animasi & Desain Grafis, langsung saja dilihat video animasi stop motionnya berikut ini :


Apabila video tidak muncul silahkan klik link youtub ini : https://youtu.be/opMe0VlTSfY

Bagaimana animasitersebut ? menarik bukan ? Animasitersebut sangat sekali sederhana, pembuatannya pun sederhana juga. hanya perlu menyiapkan gambar frame per frame. Untuk animasi di atas dibutuhkan kurang lebih 100 frame.

Frame tersebut bisa dibuat dengan menggunakan gambar-gambar buatan atau berupa hasil jepretan foto, kemudian hasil-hasil frame yang banyak tersebut digabungkan jadi satu menggunakan sebuah video editor agar menjadi satu kesatuan frame yang padu sehingga dapat menghasilkan sebuah video berdurasi.

Dalam pengerjaannya saya menggunakan software video editor bawaan dari Windows 10, setiap gambar digabungkan seperti ini :


Mudah kan membuatnya ? Silahkan mencoba ya

Terimakasih ..............
Critical Review Skripsi Sistem Pakar

Critical Review Skripsi Sistem Pakar

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI



Critical Review


SISTEM PAKAR PENENTUAN KEBUTUHAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN METODE FUZZY INFERENCE SYSTEM MAMDANI



                                                       Nama                    : Ilham Muhammad
                                                       NPM                     : 13116429
                                                       Kelas                     : 3KA06
                                                       Jurusan                : Sistem Informasi


Diajukan Guna Melengkapi Tugas Softskill
Pengantar Teknologi Sistem Cerdas

JAKARTA
2018



Critical Review

1. Judul Jurnal

SISTEM PAKAR PENENTUAN KEBUTUHAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN METODE FUZZY INFERENCE SYSTEM MAMDANI

2. Bidang Yang Sedang Dikembangkan (Field Establishment)

Sistem pakar merupakan sebuah program komputer yang menerapkan konsep kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk membantu manusia dalam menyelesaikan suatu masalah yang melibatkan pengetahuan, heuristik, dan pembuatan keputusan. Sistem pakar dapat memperoleh dan menyimpan pengetahuan pakar yang bernilai sehingga kita dapat menyelesaikan masalah yang membutuhkan keahlian pakar saat itu juga meskipun keberadaan pakar sedang tidak tersedia. Sistem pakar dapat digunakan untuk menentukan kompetensi bahasa Inggris karena menyimpan pengetahuan/kepakaran dari ahli yang sangat dibutuhkan dalam penentuan tingkat kompetensi bahasa Inggris.

3. Masalah (Problem)

Informasi yang ada di bumi ini telah terkomputerisasi dan menggunakan bahasa internasional yaitu bahasa Inggris. Tanpa kompetensi bahasa Inggris yang memadai maka manusia-manusia modern akan kesulitan dalam menjalani komunikasi dan interaksi global tersebut. Pada kenyataannya, rata-rata kemampuan bahasa Inggris siswa/mahasiswa di Indonesia kurang menunjukkan hasil yang memuaskan.

Berdasarkan paparan tersebut, permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang dan membangun Sistem pakar penentuan kebutuhan pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode fuzzy inference system Mamdani dan bagaimana kelayakan/akurasi sistem jika dibandingkan dengan inferensi dari pakar.

4. Solusi (Solution)

Solusi dalam menyelesaikan permasalahan ini dibutuhkan upaya peningkatakan kompetensi bahasa Inggris melalui kegiatan pembelajaran yang tepat. Sulitnya menemukan kegiatan pembelajaran yang tepat juga menjadi masalah tersendiri dalam upaya peningkatan kompetensi bahasa Inggris di Indonesia. Untuk menyelesaikan hal ini dibutuhkan dukungan dari sistem yang mengadopsi keahlian seorang pakar pendidikan bahasa Inggris sehingga memudahkan pengajar bahasa Inggris dalam melakukan kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien. Dengan mengadopsi Sistem Pakar dan Logika Fuzzy.

5. Evaluasi (Evaluation)

Sistem dapat dikembangkan untuk tidak hanya berdasarkan nilai TOEFL tetapi dapat memproses nilai tes profesiensi Bahasa Inggris lainnya seperti TOEIC dan IELTS.

Proses optimasi himpunan fuzzy tidak hanya dilakukan pada fungsi keanggotaan output saja tetapi diterapkan pada fungsi keanggotaan input juga agar dapat menghasilkan akurasi yang lebih baik. Peningkatan hasil akurasi bisa dicapai dengan menggunakan algoritma optimasi yang lebih baik dan teruji untuk berbagai masalah kompleks, misalnya algoritma genetika dan simulated annealing.

Penambahan fasilitas untuk penambahan dan update untuk optimasi output fuzzy, jadi pelatihan data untuk penentuan fungsi keanggotaan output fuzzy tidak hanya terbatas pada data yang sudah diinputkan tetapi dapat berkembang dan menyesuaikan dengan data-data yang ada dimasa depan. Hal ini juga memungkinkan pakar untuk memperbaiki data-data yang lama.

6. Kontribusi (Contribution)

Sistem pakar penentuan kebutuhan pembelajaran Bahasa Inggris ini mampu untuk memberikan rekomendasi jumlah kebutuhan tatap muka pembelajaran Bahasa Inggris berdasarkan nilai TOEFL. Selain itu sistem ini juga dapat memberikan rekomendasi materi tiap pertemuan yang dapat diajarakan dan cara mngajarkan materi-materi tersebut. Penentuan rekomdasi jumlah pertemuan pembelajaran Bahasa Inggris diperoleh melalui proses inferensi fuzzy Mamdani dengan optimasi himpunan fuzzy output menggunakan random search.

Sistem pakar penentuan kebutuhan pembelajaran Bahasa Inggris dapat bekerja dengan baik dan dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan pembelajaran Bahasa Inggris. Hal ini berdasarkan hasil pengujian fungsional sistem dengan metode black box testing yang mencapai tingkat kesesuaian 100%.

Berdasarkan hasil pengujian akurasi sistem didapatkan nilai akurasi sebesar 95%. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pakar penentuan kebutuhan pembelajaran Bahasa Inggris dapat memberikan hasil rekomendasi yang sesuai dengan tingkat kemiripan 95% dengan hasil rekomendasi yang dilakukan oleh pakar.

7. Sumber Jurnal

Hidayat, Hanani Rizal., dkk. 2014. ”SISTEM PAKAR PENENTUAN KEBUTUHAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN METODE FUZZY INFERENCE SYSTEM MAMDANI”.http://wayanfm.lecture.ub.ac.id/files/2015/02/JurnalSkripsi-2013-2014-013-Hanani.pdf. Diunduh pada tanggal 21 November 2018.
Information Technology Infrastructure Library (ITIL)

Information Technology Infrastructure Library (ITIL)

Teknologi Informasi (TI) perkembangannya begitu pesat dan sangat berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan , tidak terkecuali dalam dunia bisnis. Seiring dengan perkembangan TI tersebut, daya saing semakin tinggi dan menuntut dunia bisnis harus terus berinovasi dengan menerapkan Teknologi Informasi / Sistem Informasi didalamnya dan memang sudah banyak perusahaan di dunia bisnis dewasa ini yang telah menerapkan hal tersebut.

Teknologi Infromasi menjadi kunci bagi suatu perusahaan untuk membangun daya saing dan juga sebagai transformator agar suatu perusahaan tetap dapat membangun eksistensinya di dunia bisnis. Karena penerapannya dalam dunia bisnis ini menjadikannya pertimbangan yang cukup penting bahkan begitu strategis.

Oleh karena itu perusahaan membutuhkan suatu model Manajemen Layanan Teknologi Informasi (MLTI / ITSM : IT Service Management) yang dapat mengoptimalkan kinerja tanpa kehilangan sumber daya dan tanpa  harus mengeluarkan biaya yang mahal.

ITSM (Information Technology Service Management)


ITSM (IT Service Management) adalah pengelolaan dan pelaksanaan layanan teknologi informasi berkualitas yang memenuhi standar kebutuhan bisnis. ITSM itu sendiri merupakan metode pengelolaan sistem teknologi informasi yang berpusat pada sudut pandang konsumen terhadap bisnis suatu perusahaan.

ITSM pada umumnya menangani masalah operasional manajemen teknologi informasi dan bukan pada pengembangan  teknologi itu sendiri.

Adapun Kerangka Kerja atau Framework yang menerapkan dari ITSM itu sendiri ialah ITIL atau Information Technology Infrastructure Library (Pustaka Infrastruktur Teknologi Infromasi).

ITIL (Information Technology Infrastructure Library)


ITIL Logo (Foto | ITILNEWS)

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library, merupakan sebuah framework yang dibuat dan dikembangkan oleh Office of Government Commerce (OGC) di Inggris. ITIL merupakan kumpulan dari best practice tata kelola layanan teknologi informasi diberbagai bidang dan industri, dari mulai manufaktur sampai finansial, industri besar dan kecil, swasta dan pemerintah.

ITIL telah mengalami perkembangan seiring dengan berkembangnya teknologi informasi. Pada awal perkembangannya, dokumentasi ITIL terdiri dari kurang lebih 40 publikasi yang terbagi kedalam modul-modul terpisah, setelah itu untuk simplifikasi serta kemudahan implementasi ITIL dibagi kedalam 7 domain yang masing-masing saling berhubungan dan dapat berdiri sendiri. Dalam perkembangan fase ini atau sekarang disebut juga dengan ITIL versi 2, domain Service Support dan Service Delivery dijadikan sebagai CORE dalam tata kelola layanan teknologi informasi atau IT Service Management.

Versi terakhir dari ITIL adalah versi 3. Perubahan yang mendasar pada versi ini terletak pada sudut pandang pengelolaan teknologi informasi, dimana pada versi ke-2 ITIL hanya mengelola layanan sebagai sekumpulan proses dan fungsi sementara dalam ITIL versi ke-3, layanan sebagai sebuah lifecycle atau daur hidup.

ITIL memiliki beberapa proses utama sebagai suatu serangkaian kegiatan terkoordinasi dan penerapan sumber daya dan kemampuan untuk menghasilkan suatu nilai untuk pelanggan. Selain proses terdapat terdapat functions yaitu tim ataupun kelompok orang dan alat yang digunakan untuk melaksanakan satu atau lebih proses ataupun aktivitas, Conger (2009). Adapun functions yang terdapat adalah sebagai berikut:

Service Desk : sebagai first line terhadap end-user untuk mengatasi semua insiden, permintaan dan komunikasi umum yang datang;

Technical Management : membantu membuat rencana dan menerapkannya serta menjaga kestabilan infrastruktur teknis untuk mendukung proses bisnis organisasi.

IT Operation Management : sebagai pelaksana kegiatan operasional sehari-hari yang dibutuhkan untuk mengelola infrastruktur IT;

Application Management : merancang, menerapkan dan memelihara kestabilan suatu aplikasi untuk mendukung proses bisnis organisasi.


ITIL Qualifications Scheme (Foto | HAPPENESIA MEDIA)


Gambar diatas merupakan ITIL Qualifications scheme yang menyediakan pendekatan modular untuk kerangka ITIL, dan terdiri dari serangkaian kualifikasi yang difokuskan pada aspek-aspek yang berbeda dari ITIL Best Practice, untuk berbagai tingkat kedalaman dan detail.


Lebih lanjut mengenai ITIL bisa melihat Video berikut ini :







Referensi : 
- Youtube ID Purushohaman D
- Wikipedia
- Binus Repository
Manfaat Dan Dampak Dari New Media

Manfaat Dan Dampak Dari New Media

Manfaat Dan Dampak Dari New Media




  
Disusun Oleh :

Ilham Muhammad                   ( 13116429 )
Twiky Shafa Ningroom           ( 17116465 )
Muhammad Tri Irsan               ( 14116647 )
Muhammad Rizky Prihandini  ( 15116094 )

Kelas   2KA06

Jurusan Sistem Informasi
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
UNIVERSITAS GUNADARMA
Perkembangan Media Sosial Dan Dampak Penggunannya

Perkembangan Media Sosial Dan Dampak Penggunannya

Perkembangan Media Sosial Dan Dampak Penggunannya




     
Disusun Oleh :

Ilham Muhammad                    ( 13116429 )
Twiky Shafa Ningroom            ( 17116465 )
Muhammad Tri Irsan                ( 14116647 )
Muhammad Rizky Prihandini  ( 15116094 )

Kelas   2 KA 06

Jurusan Sistem Informasi
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
UNIVERSITAS GUNADARMA
ILMU BUDAYA DASAR - Kebudayaan Yang Mudah Dan Sulit Diterima

ILMU BUDAYA DASAR - Kebudayaan Yang Mudah Dan Sulit Diterima


Kebudayaan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ), Kebudayaan merupakan hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat.

Menurut Para Ahli :
  • Koentjaraningrat mengatakan bahwa kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar serta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
  • Menurut Ki Hajar Dewantara, kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.


ILMU SOSIAL DASAR - Permasalahan Di Dalam Lingkungan Masyarakat

ILMU SOSIAL DASAR - Permasalahan Di Dalam Lingkungan Masyarakat

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat serta karunia yang telah dilimpahkannya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas Ilmu Sosial Dasar ( ISD ) ini yang memiliki pokok pembahasan tentang permasalahan yang terdapat dilingkungan sekitar rumah saya.


Dalam proses penulisan tugas ini saya mengalami banyak kendala khususnya di karenakan kurangnya wawasan serta kurangnya waktu luang yang saya miliki karena padatnya jadwal perkuliahan di Universitas Gunadarma dan  saya menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan tugas ini. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang bermanfaat guna mengembangkan tugas ini kedepannya yang bisa pembaca utarakan pada form komentar blog ini.


Saya menyadari bahwasannya saya tidak dapat menyelesaikan tugas ini tanpa bantuan dan dukungan orang – orang sekitar saya. Maka dari itu, pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada :

  1. Ibu Sukestiningsih, SH , Selaku dosen mata kuliah softskill Ilmu Sosial Dasar kelas 1KA13.
  2. Bapak Ketua RT 06 kampung Roda Hias Serpong, kecamatan serpong, kelurahan serpong, kota Tangerang Selatan
  3. Kedua orang tua saya tercinta yang telah memberikan baik moril maupun materil dalam penyelesaian tugas ini
  4. Pihak yang telah membantu saya dalam pengumpulan informasi pada tugas ini yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu
Tangerang Selatan, Januari 2017





ISD [ Permasalahan-Permasalahan Dalam Lingkungan Masyarakat ]

A.   PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR


Ilmu Sosial Dasar ( ISD ) merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masalah serta gejala sosial yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat, ilmu sosial dasar bukan merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial lainnya yang disatu padan kan, karena masing-masing ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya tersendiri.


B.   TUJUAN ILMU SOSIAL DASAR

1)    TUJUAN UMUM

  • Pengembangan kepribadian serta moral manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk budaya

*Makhluk sosial memiliki arti bahwa setiap manusia dalam kehidupan pasti akan selalu berinteraksi dengan manusia  lainnya dan diantara manusia yang satu dengan yang lainnya saling membutuhkan.

*Manusia sebagai makluk budaya karena manusia adalah makluk yang diciptakan secara sempurna memiliki akal, budi, pikiran dan perasaan.
  • Kemampuan menanggapi secara kritis dan berwawasan luas dengan masalah sosial budaya dan masalah lingkungan sosial budaya.

*Dalam kehidupan sehari hari tentu manusia memerlukan wawasan yang luas agar dalam kesehariannya manusia tidak mendapatkan komplikasi atau masalah dilingkungan sosial budaya, serta dapat mencari solusi untuk masalah tersebut.

  • Kemampuan menyelesaikan secara halus, aktif dan manusiawi masalah tersebut.

*Jika masalah di lingkungan sosial budaya terjadi dalam keseharian manusia, hal tersebut adalah hal yang wajar, sehingga manusia perlu memahami ilmu sosial dasar untuk menyelesaikan masalah tersebut.


2)    TUJUAN KHUSUS

  • Mempertajam kepekaan terhadap sosial budaya dan lingkungan sosial budaya terutama untuk kepentingan profesi.

*Ketika manusia terjun kedalam dunia kerja di masyarakat, manusia perlu ilmu sosial budaya dan kepekaan terhadap ilmu tersebut dalam praktik di kehidupan sehari-hari agar terciptanya moral dan etika yang baik sebagai manusia yang memiliki akal pikiran dan budi pekerti.

  • Memperluas pandangan tentang masalah sosial budaya dan masalah kemanusiaan serta mengembangkan kemampuan daya kritis terhadap kedua masalah tersebut.

*Dalam menghadapi masalah sosial budaya serta masalah kemanusiaan tentu setiap manusia memiliki beberapa pandangan yang berbeda, maka dari itu untuk menyelesaikannya, manusia perlu memperluas pandangan dengan tidak hanya egois memikirkan pendapat diri sendiri melainkan dengan mendengarkan pendapat orang lain agar tidak terjadi kesalah pahaman dari satu pihak.

C.   RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL DASAR


Terdapat masalah yang dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup pembahasan ilmu sosial dasar, diantaranya sebagai berikut :

  • Adanya berbagai macam aspek pada suatu kenyataan yang merupakan masalah sosial. Biasanya, masalah sosial dapat ditanggapi dengan pendekatan yang berbeda-beda oleh bidang- bidang pengetahuan keahlian yang berbeda-beda pula, baik itu sebagai pendekatan tersendiri, mapupun gabungan (antar bidang).

  • Terdapat golongan-golongan dan kesatuan sosial dalam suatu masyarakat yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola pemikiran dan pola tingkah laku tersendiri, tetapi memilki banyak persamaan kepentingan kebutuhan serta persamaaan dalam pola-pola pemikiran dan tingkah laku yang menimbulkan adanya pertentangan maupun hubungan-hubungan setia kawanan dan kerja sama dalam kelompok masyarakat tersebut.

Ilmu Sosial Dasar meliputi dua kelompok utama, yaitu studi manusia dan masyarakat serta studi lembaga-lembaga sosial. Kelompok pertama terdiri atas psikologi, sosiologi, dan antropologi, sedangkan kelompok kedua terdiri atas ekonomi dan politik.


Sasaran studi Ilmu Sosial Dasar adalah berbagai aspek yang paling dasar yang ada di dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan masalah-masalah yang timbul karenanya.


Ilmu Sosial Dasar terdiri atas berbagai masalah sosial. Untuk dapat mengkaji masalah-masalah social tersebut, hendaknya terlebih dahulu dapat mengindentifikasi berbagai kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan ke dalam tiga pembahasan yaitu :

  • Kenyataan-kenyataan sosial yang ada pada masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu. Kenyataan-kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu sosial, karena terdapat perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau dalam sudut pandangnya. Dalam Ilmu Sosial Dasar pendekatan yang digunakan seperti interdisiplin / multidisiplin.

  • Konsep-konsep sosial atau pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial yang dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ). Sebagai contoh dari konsep dasar semacam itu misalnya konsep “keanekaragaman” dan konsep “Kesatuan sosial”. Bertolak dari kedua konsep tersebut di atas, maka dapat kita pahami dan sadari bahwa di dalam masyarakat selalu terdapat :

  • Berbagai masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan lainnya saling berkaitan.

Konsorsium antar bidang telah menetapkan bahwa perkuliahan Ilmu Sosial Dasar terdiri atas 8 (delapan) pokok bahasan. Dari kedelapan Pokok Bahasan tersebut, maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan dapat mempelajari dan memahami adanya :

  1. Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
  2. Masalah di dalam individu, keluarga dan masyarakat.
  3. Masalah pemuda dan sosialisasi.
  4. Masalah hubungan diantara warga negara dan negara.
  5. Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
  6. Masalah masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
  7. Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi.
  8. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
D.   PERMASALAHAN-PERMASALAHAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT

Di dalam lingkungan masyarakat pasti selalu ada yang namanya permasalahan, tidak hanya di lingkungan masyarakat saja bahkan di ruang lingkup terkecil seperti keluarga pun mengalami suatu permasalahan. Permasalahan terbagi menjadi beberapa bagian, permasalahan ringan, permasalahan sedang hingga permasalahan berat yang menyebabkan turun tangannya aparatur negara seperti kepolisan dan hukum. Suatu permasalahan pasti memiliki sebab dan akibat dari permasalahan tersebut.

Saya akan mengambil beberapa contoh kasus gejala sosial di daerah sekitar rumah saya yang menyebabkan timbulnya suatu permasalahan sosial, yang berlokasi di Kampung Serpong Roda Hias RT/RW 06/02 Kota Tangerang Selatan.

Perkembangan daerah saya setiap tahunnya semakin pesat selaju dengan pertumbuhan penduduknya yang semakin pesat pula bahkan lebih, karena saya bertempat tinggal di kampung namun masuk ke dalam wilayah Kota yang segalanya berpusat di kota baik itu pendidikan, pemerintahan dll. Maka dari itu banyak masyarakat yang berbondong-bondong datang dari desa ke kota yang kita kenal dengan istilah Urbanisasi yang menyebabkan daerah saya kian padat pemukimannya, dari padatnya pemukiman ini timbullah berbagai permasalahan seperti banyaknya pendatang yang membuang sampah sembarangan yang setiap harinya kian menumpuk yang mungkin saja pendatang tersebut tidak tahu atau memang tidak mau tahu menahu, para masyarakat asli termasuk saya pun banyak yang di buat mabuk kepayang oleh ulah para pendatang, bahkan pemukiman daerah saya pun bisa di bilang menjadi tidak karuan bahkan hampir kumuh, banyak pula pendatang yang menutup serta membatasi diri dari warga, bahkan ironisnya pendatang yang terlihat baik terhadap warga sekitar tidak di sangka menjadi pengedar narkoba.

Mungkin segitu saja contoh permasalahan sosial yang terdapat dalam lingkungan sekitar daerah saya, namun tidak semua pendatang berbuat demikian, contoh di atas hanya sebagian kecil saja kasus yang terjadi di daerah saya. Dari permasalahan diatas lambat laun pun semakin berkurang karena peran aktif warga terutama saya yang memang harus menjaga ketentraman, kedamaian serta keadilan.

Lalu bagaimana cara menanggulangi permasalahan di daerah saya tersebut ? 
Dengan cara bermusyawarah dengan para pendatang dan lebih mengedepankan sifat paguyuban ( Gemeinschaft ), sebagai warga asli pun kita tidak boleh berburuk sangka terhadap pendatang serta jangan gegabah dalam mengambil keputusan sepihak saja yang dapat menyebabkan kesalahpahaman. Segalanya dapat kita mulai dari diri kita sendiri, jika kita berbuat positif insyaallah itu akan membuat stimulus ( rangsangan ) terhadap lainnya yang akan ikut bergerak dalam melakukan kegiatan positif.


Penulis : Ilham Muhammad
NPM : 13116429
Alamat : Kampung Roda Hias Serpong, RT/RW 06/02 Kota Tangerang Selatan
Instansi : UNIVERSITAS GUNADARMA