Macam - Macam Keadilan Dan Contohnya

Macam - Macam Keadilan Dan Contohnya

Macam-Macam Keadilan dan Contohnya 

1. Macam-macam atau jenis-jenis keadilan menurut Teori Aristoteles adalah sebagai berikut...

  • Keadilan Komunikatif : Pengertian keadilan komunikatif adalah perlakuan kepada seseorang tampa dengan melihat jasa-jasanya.
Contohnya keadilan komunikatif adalah seseorang yang diberikan sanksi akibat pelanggaran yang dibuatnya tampa melihat jasa dan kedudukannya.

  • Keadilan Distributif : Pengertian keadilan distributif adalah perlakuan kepada seseorang sesuai dengan jasa-jasa yang telah dilakukan. 
Contoh keadilan distributif adalah seorang pekerja bangunan yang diberi gaji sesuai atas hasil yang telah dikerjakan.

  • Keadilan Kodrat Alam : Pengertian keadilan kodrat alam adalah perlakukan kepada seseorang yang sesuai dengan hukum alam. 
Contoh keadilan kodrat alam adalah seseorang akan membalas dengan baik apabila seseorang tersebut melakukan hal yang baik pula kepadanya.

  • Keadilan Konvensional : Pengertian keadilan konvensional adalah keadilan yang terjadi dimana seseorang telah mematuhi peraturan perundang-undangan. 
Contoh keadilan konvensional adalah seluruh warga negara wajib mematuhi segala peraturan yang berlaku di negara tersebut.
  • Keadilan Perbaikan : Pengertian keadilan perbaikan adalah keadilan yang terjadi dimana seseorang telah mencemarkan nama baik orang lain. Contoh keadilan perbaikan adalah seseorang meminta maaf kepada media karna telah mencemarkan nama baik orang lain. 
Manusia Dan Keadilan

Manusia Dan Keadilan

Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang  antara hak dan kewajiban.

Jadi, keadilan pada pokoknya terletak peda keseimbangan atau keharmonisan antara menuntut hak dan menjalankan kewajiban (Suyadi, 1986)

Aristoteles mengatakan bahwa keadilan adalah suatu kelayakan dalam tindakan manusia.

Plato menganggap bahwa keadilan itu merupakan kewajiban tertinggi dalam kehidupan negara yang baik, sedangkan orang yang adil adalah orag yang mampu mengendalikan diri, perasaannya dikendalikan oleh akal sehat.
Manusia Dan Harapan

Manusia Dan Harapan

Setiap manusia memiliki harapan yg berbeda-beda. Harapan sso tergantung pd pengalaman, pengetahuan, lingkungan hidup, serta kemampuan masing-masing. Berhasil tidaknya sebuah harapan tergantung dr usaha yg dilakukan oleh org tersebut . Harapan hrs bergantung kpd kepercayaan, baik kpd diri sendiri maupun kpd Tuhan YME. Agar terwujud, maka perlu sebuah usaha yg sungguh-sungguh. Manusia wajid berdoa , krn usaha dan doa merp usaha sarana terkabulnya sebuah harapan. Harapan berasal dr kata harap yg berarti keinginan supaya sesuatu terjadi.

Bila di bandingkan dgn cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pd umunya setinggi bintang. Ada beberapa persamaan, yaitu kedua nya menyangkut masa depan krn belum terwujud, pd umunya dgn harapan dan cita-cita orang menginginkan hal yg lebih baik atau meningkat. 


Manusia Dan Pandangan Hidup

Manusia Dan Pandangan Hidup

Pandangan hidup bersifat kodrati dan mentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup adl pendapat atau pertimbangan yg dijadikan pegangan, pedoman, arahan serta petunjuk hidup seseorang. Pendapat tersebut merupakan hasil  pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Jadi pendangan hidup tidak timbul seketika melainkan melalui proses yang lama dan terus menerus sehingga hsl tersebut dpt di uji kenyataannya.

Manusia Dan Tanggung Jawab

Manusia Dan Tanggung Jawab

Manusia di dalam hidupnya disamping sebagai makhluk Tuhan, makhluk individu, juga merupakan makhluk sosial. Di mana dalam kehidupannya di bebani tanggung jawab, mempunyai hak dan kewajiiban, dituntut pengabdian dan pengorbanan.
Tanggung jawab itu sendiri merupakan sifat yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.

Merdeka.com


Tanggung jawab mempunyai kaitan yang sangat erat dengan perasaan. Yang kami maksud adalah perasaan nurani kita, hati kita, yang mempunyai pengaruh besar dalam mengarahkan sikap kita menuju hal positif. Nabi bersabda: "Mintalah petunjuk pada hati (nurani)mu."
Manusia Dan Penderitaan

Manusia Dan Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita, Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat lahir atau batin atau lahir batin

Penderitaan bertingkat-tingkat ada yang berat ada yang ringan, namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.


Manusia Dan Cinta Kasih

Manusia Dan Cinta Kasih

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwa Darminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan, dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih.


Manusia Dan Keindahan

Manusia Dan Keindahan

Manusia adalah sesuatu yang indah, karena mereka menyukai terhadap keindahan alam maupun terhadap keindahan seni. Keindahan alam adalah ‘keharmonisan yang menakjubkan dan hukum-hukum alam”, yang dibukakan untuk mereka yang mempunyai kemampuan untuk menerimanya. Sedangkan keindahan seni adalah keindahan buatan atau hasil ciptaan manusia, yaitu buatan seseorang (seniman) yang mempunyai bakat untuk menciptakan sesuatu yang indah, sebuah karya seni. Ratarata manusia terhadap yang indah tentu mengambil sikap terpesona. Bahwasanya tidak scmua orang memuliki kepekaan keindahan itu memang benar, tetapi pada umumnya manusia mempunyai perasaan keindahan.


Keindahan yang diperbincangkan dalam tulisan ini adalah keindahan seth, sehingga tidak terlepas dan pembicaraan tentang seni atau karya seni (keindahan seni, seni sebagai intuisi dan cita-cita seni). Keindahan tentang seni telah lama menarik perhatian para ahli atau filosof, sejak jaman Plato sampai jaman modern sekarang ini. 

Teori tentang keindahan seni (artistik) muncul, karena mereka berpendapat bahwa seni adalah pengetahuan per septip perasaan yang khusus. lstilah “estetika”, yang dikemukakan untuk pertama kali oleh Baumgarten, dipergunakan untuk membicarakan teori tentang keindahan seni (artistik). Kemudian pengertian estetika berkenibang, akhir-akhir ini diberi arti sebagai “ilmu pengetahuan tentang seni”. 

Maka itu urutan uraian tentang keindahan dalam tulisan ini disusun sebagai berikut
1. Pengertian keindahan,
2. Teori tentang keindahan dan seni (estetika),
3. Perasaan keindahan (sensibilitas estetik), dan

1. PENGERTIAN KEINDAHAN

Ada banyak batasan yang diberikan pada kita, yang sanipai sekarang belum ada kata sepakat tentang definisi keindahan yang obyektif. Mengenai batasan keindahan pada umumnya dapat digolongkan pada 2 kelompok, yaitu:
(a). Definisi-definisi yang bertumpu pada obyek (keindahan yang obyektif )
(b). Definisi-definisi yang bertumpu pada subyek (keindahan yang subyektif).

Atas dasar kedua pokok penilaian itu, keindahan dapat ditinjau dan makna yang obyektif dan juga dan segi yang subyektif. Yang disebut keindahan obyektif ialah keindahan yang memang ada pada obyeknya, yang diharuskan menerima sebagaimana mestinya. Sedangkan yang disebut keindahan subyektif, adalah keindahan yang biasanya ditinjau dan segi subyek yang diharuskan menghayatinya. Dalam hal ini keindahan adalah segala sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang pada diri si penghayat tanpa diiringi keinginan-keinginan terhadap segala sesuatu yang praktis untuk kebutuhan-kebutuhan pribadi.

2. TEORI TENTANG KEINDAHAN DAN SENI (Estetika)

Manusia memiliki sensibilitas esthetis, karena itu manusia tak dapat dilepaskan dan keindahan. Manusia membutuhkan keindahan dalam kesempurnaan (keutuhan) pribadinya. Tanpa estetika ini, kemanusiaan tidak lagi mempunyai perasaan dan semua kehidupan akan menjadi steril. Demikian eratnya kehidupan manusia dengan keindahan, maka banyak para ahli/cendekiawan mengadakan studi khusus tentang keindahan.

Teori tentang keindahan dan seni dikembangkan dan pengertian “estetika”. Aslinya estetika berarti "tentang ilmu penginderaan” yang sesuai dengan pengertian etnologisnya. Tetapi kemudian diberi pengertian yang dapat diterima lebih luas ialah teori tentang keindahan dan seni”.

3. PERASAAN KEINDAHAN (SENSIBILITAS ESTETIS)

Manusia dikatakan adalah makhluk berpikir atau homo-sapiens. Tetapi manusia itu bukan semata-mata makhluk yang berpikir, sekedar homo sapiens yang steril. Manusia disamping makhluk berpikin, juga merasa dan mengindera. Melalui panca indera manusia dapat merasakan sesuatu. Apabila manusia merasakan akan sesuatu itu menyenangkan atau menggembirakan dan sebagainya, timbul perasaan puas.

Demikian juga terjadi, kepuasan timbul setelah seseorang melihat atau merasakan sesuatu yang indah. Rasa kepuasan itu lahir setelah perasaan keindahan yang ada pada setiap orang itu bangkit. Tiap-tiap orang memiliki perasaan keindahan.

Sumber Referensi

Chrisnatalia, Maria."Manusia Dan Keindahan". Maria_C Staff Gunadarma. Diakses Pada 20 Mei 2017

ILMU BUDAYA DASAR - Kebudayaan Yang Mudah Dan Sulit Diterima

ILMU BUDAYA DASAR - Kebudayaan Yang Mudah Dan Sulit Diterima


Kebudayaan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ), Kebudayaan merupakan hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat.

Menurut Para Ahli :
  • Koentjaraningrat mengatakan bahwa kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar serta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
  • Menurut Ki Hajar Dewantara, kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.